DPRD Muaro Jambi Dorong Penanganan Karhutla Lebih Responsif

Informasi39 Dilihat

LINTASMUAROJAMBI-SENGETI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih membayangi Kabupaten Muaro Jambi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian wilayah Muaro Jambi memiliki kawasan gambut yang mudah terbakar saat cuaca panas dan kondisi lahan mengering.

Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, meminta penanganan karhutla dilakukan lebih responsif. Menurutnya, setiap informasi mengenai kemunculan api maupun titik panas harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

“Jangan menunggu api membesar. Begitu ada informasi, sekecil apa pun itu, harus segera dicek dan ditangani. Kecepatan kita dalam merespons sangat penting,” katanya.

Menurut Aidi, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Kondisi lahan yang kering ditambah cuaca panas dapat meningkatkan potensi munculnya api dan mempercepat penyebaran kebakaran.

“Yang jelas, potensi itu harus kita antisipasi. Apa pun penyebabnya, ketika sudah muncul api, jangan sampai terlambat ditangani. Karena di wilayah gambut, api bisa sulit dikendalikan kalau sudah meluas,” ujarnya.

Untuk memperkuat penanganan, Aidi mendorong koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan. Pemerintah daerah bersama BPBD, pemadam kebakaran, TNI melalui Babinsa, Polri melalui Bhabinkamtibmas, serta unsur masyarakat harus bergerak dalam satu sistem penanganan yang terintegrasi.

Setiap laporan masyarakat maupun temuan hotspot, menurutnya, harus menjadi informasi penting bagi petugas di lapangan. Pemantauan secara berkala juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Tidak bisa hanya satu pihak yang bekerja. Semua harus terlibat. Pemerintah, aparat, petugas di lapangan, sampai masyarakat. Kalau koordinasinya kuat dan informasi cepat disampaikan, penanganannya juga bisa lebih cepat,” sampainya.

Ia menambahkan, penanganan karhutla bukan persoalan yang bisa diselesaikan hanya ketika kebakaran terjadi. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama memasuki periode cuaca panas.

Aidi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele munculnya asap atau titik api di sekitar lingkungan mereka.

“Kalau masyarakat melihat ada asap atau api, segera laporkan. Jangan menunggu sampai besar. Lebih baik kita bergerak cepat terhadap api yang masih kecil daripada nanti menghadapi kebakaran yang sudah sulit dikendalikan,” jelasnya.

Aidi menegaskan, menjaga Muaro Jambi dari ancaman karhutla membutuhkan konsistensi dan kerja bersama. Dengan pemantauan yang lebih aktif, koordinasi yang cepat, serta keterlibatan masyarakat, potensi kebakaran diharapkan dapat ditekan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Karhutla tidak bisa ditangani secara instan. Harus ada pencegahan, pemantauan, kesiapan personel dan peralatan, serta kesadaran masyarakat. Semua itu harus berjalan terus, bukan hanya ketika api sudah muncul,” tandasnya.